Qazwa dan eFishery Dukung Kemajuan Pembudidaya Ikan Lokal Melalui Kabayan

Industri perikanan Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya teknologi yang mendukung produktivitas para pembudidaya ikan. Pada tahun 2022, industri perikanan telah berkontribusi 2.8% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Guna mendukung industri tersebut, Qazwa bekerja sama dengan eFishery untuk menargetkan pembiayaan kepada lebih dari 30.000 pembudidaya ikan melalui program Kasih, Bayar Nanti (Kabayan) dengan target pembiayaan sebesar Rp100 miliar selama setahun.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendongkrak kemajuan para pembudidaya ikan di Indonesia dengan kemudahan untuk mendapatkan dana guna membeli berbagai kebutuhan para pembudidaya ikan seperti pakan yang mencakup 80% dari total pengeluaran mereka.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyebutkan bahwa angka literasi digital Indonesia berada di angka 3,54% di 2022, tumbuh 0.05 poin dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga diakibatkan oleh berjamurnya start-up di Indonesia mulai dari industri keuangan hingga industri perikanan yang dihadirkan guna memudahkan banyak pihak, salah satunya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lebih dari 60% total PDB negara sendiri dihasilkan oleh UMKM, salah satu di dalamnya adalah para pembudidaya ikan. Oleh karenanya, pertumbuhan UMKM lokal perlu diakselerasi agar kondisi perekonomian semakin maju.

(Ki-ka) Co-Founder & CEO Qazwa Dikry Paren dan Co-Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah menandatangani kerjasama pembiayaan kepada para pembudidaya ikan melalui program Kasih, Bayar Nanti (Kabayan) di Bandung, Senin (18/09/23). (katafoto/HO/Qazwa)

Co-Founder & CEO Qazwa Dikry Paren mengatakan, “Kolaborasi antara Qazwa dengan eFishery ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung UMKM di industri perikanan. Kami sadar industri ini merupakan industri yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja mengingat dampaknya yang begitu besar terhadap perekonomian bangsa. Masih banyak para pembudidaya ikan lokal yang membutuhkan modal agar bisnis mereka bisa tumbuh dan memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Oleh karenanya, Qazwa dengan memanfaatkan inovasi teknologi menghadirkan platform pembiayaan syariah yang dapat menjawab kebutuhan para pemilik UMKM yang ingin menumbuhkan bisnisnya. Oleh karenanya, dengan tujuan untuk menjadikan Qazwa #JadiManfaat, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi dan kualitas literasi digital masyarakat Indonesia.” 

Saat ini, eFishery sudah menaungi lebih dari 200.000 pembudidaya ikan dan petambak udang di seluruh Indonesia. eFeeder, alat pemberi pakan ikan dan udang otomatis buatan eFishery, mampu mempercepat siklus panen dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 26%. Selain itu, eFishery juga menyediakan berbagai inovasi lain bagi para pembudidaya ikan dan petambak udang yang tergabung dalam ekosistemnya, mulai dari penyediaan pakan berkualitas, sistem budidaya berbasis data dan teknologi hingga ekosistem digital yang diterapkan. 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh LD FEB UI pada tahun 2022, berat panen rata-rata meningkat hingga 29,3% untuk budidaya ikan dan 11,8% untuk budidaya udang setelah menggunakan sarana produksi eFeeder selama tahun 2021 dan 2022, serta berkontribusi memberikan pertumbuhan profit sebesar +15% pada tahun 2022. Lebih lanjut riset tersebut juga mengatakan program Kabayan yang diinisiasi oleh eFishery berkontribusi memberikan pertumbuhan profit sebesar +40.7% dan sudah mendukung lebih dari 23.000 pembudidaya ikan dengan total kolam sebanyak 134.750. Besarnya angka pelaku UMKM di sektor perikanan dapat memberikan peluang besar untuk mengatasi masalah ketahanan pangan nasional. 

(Ki-ka) Co-Founder & CEO Qazwa Dikry Paren dan Co-Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah menunjukan naskah kerjasama pembiayaan kepada para pembudidaya ikan melalui program Kasih, Bayar Nanti (Kabayan) di Bandung, Senin (18/09/23). (katafoto/HO/Qazwa)

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi eFishery untuk dapat berkolaborasi dengan platform pembiayaan berskema syariah seperti Qazwa. eFishery dan Qazwa memiliki arah serta visi dan misi yang sama dalam melihat UMKM, yaitu memberikan wadah bagi UMKM untuk bisa bertumbuh dengan memanfaatkan inovasi digital. Kami berharap pembiayaan yang dihasilkan melalui platform Qazwa dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Indonesia, serta mengoptimalkan ekosistem akuakultur yang dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ungkap Co-Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah.

Qazwa yang berdiri pada tahun 2016 mendukung kemajuan UMKM Indonesia dengan menghadirkan aplikasi yang telah tersedia untuk IOS dan Android, Qazwa mempermudah para UMKM untuk bisa #MulaiDariQazwa guna mendapatkan pembiayaan dengan memanfaatkan inovasi digital agar bisa menumbuhkan bisnisnya. Para pemilik usaha juga dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam melakukan transaksi berkat lisensi yang telah diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DSN-MUI kepada Qazwa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini