KPK Resmi Tahan Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan

Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi membela masyarakat Rempang di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu (20/9/2023). (katafoto/str)
Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi membela masyarakat Rempang di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu (20/9/2023). (katafoto/str)
Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi membela masyarakat Rempang di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu (20/9/2023). (katafoto/str)
Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi membela masyarakat Rempang di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu (20/9/2023). (katafoto/str)

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina periode 2009-2014, Galaila Karen Kardinah (GKK) alias Karen Agustiawan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair. KPKĀ akan melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari pertama terhitung 19 September 2023 sampai 8 Oktober 2023 di rumah tahanan negara KPK.

Firli menjelaskan, dalam memimpin PT Pertamina tersangka telah mengambil keputusan secara sepihak untuk menjalin kerja sama dengan produsen dan supplier LNG, Corpus Christi Liquefaction (CLL), LLC, Amerika Serikat. Keputusan kerja sama tersebut tanpa dilakukan kajian hingga analisis menyeluruh dan tidak melaporkan pada Dewan Komisaris PT Pertamina Persero.

Dalam proses penyidikan berjalan, KPK telah memeriksa sejumlah saksi. Seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014 Dahlan Iskan, Dirut PT Pertamina periode 2014-2017 Dwi Soetjipto, Senior VP Gas Pertamina periode 2011-2012 Nanang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini